Lima Manfaat ‘Digital Twin’ untuk Sektor Usaha, teknologi digital twin jadi sisi yang tidak dipisahkan dari zaman Industri 4.0. Lantas, apa sebenarnya digital twin dan apa faedahnya?Pada intinya, digital twin ialah program computer yang ambil data dunia riil mengenai object atau mekanisme fisik sebagai input dan hasilkan perkiraan atau replikasi output mengenai bagaimana object atau design fisik itu akan dipengaruhi oleh input yang ada.

Menurut guru besar STEI ITB, Prof. Suhono Harso Supangkat, seperti diambil situs itb.ac.id, digital twin sebagai ide berbasiskan data yang bisa menolong manusia dalam koleksi data sampai membuat perkiraan yang tepat hingga ambil keputusan akan maksimal dan punya pengaruh positif pada keproduktifan satu ekosistem.

Laporan instansi penelitian Gartner menyebutkan 13% organisasi yang menerapkan project internet of things (IoT) sekarang ini telah memakai teknologi digital twin. Adapun 62% sedang pada proses memutuskan pemakaian digital twin atau merencanakan untuk mengaplikasikannya.

Berdasar pengkajian Markets and Markets, pasar teknologi digital twin diprediksi tumbuh dari 3,8 miliar dollar AS di tahun 2019 menjadi 35,8 miliar dollar AS di tahun 2025 kedepan, dengan tingkat perkembangan /tahun sekitaran 37,8%. Lima Manfaat ‘Digital Twin’ untuk Sektor Usaha

Lima Manfaat 'Digital Twin' untuk Sektor Usaha

Lima Manfaat Digital Twin untuk Sektor Usaha

Pemakaian digital twin di sektor usaha minimal bisa memberi lima manfaat seperti berikut.

1. Penilaian resiko dan waktu produksi yang bisa lebih cepat
Dengan kontribusi teknologi digital twin, perusahaan bisa mengetes dan memverifikasi satu produk bahkan juga saat sebelum produk itu ada pada dunia riil. Dengan membuat tiruan proses dari produksi yang diperkirakan lewat teknologi digital twin, memungkinkannya beberapa insinyur untuk mengenali tiap ketidakberhasilan proses saat sebelum produk masuk ke tahapan produksi. Dengan begitu, bisa mengenali taktik mitigasi yang sama sesuai dan tingkatkan penilaian resiko, percepat peningkatan produk baru, dan tingkatkan keunggulan baris produksi.

2. Perawatan prediktif
Karena sensor IoT mekanisme digital twin hasilkan data besar secara real-time, sektor usaha bisa menganalisa data mereka untuk secara pro aktif mengenali permasalahan apa saja dalam mekanisme. Kekuatan ini memungkinkannya sektor usaha untuk mengagendakan perawatan prediktif lebih tepat, hingga tingkatkan efektivitas baris produksi dan turunkan ongkos perawatan.

3. Pengawasan jarak jauh secara real time
Sering benar-benar susah atau bahkan juga mustahil untuk memperoleh pengamatan dalam dan real-time dari mekanisme fisik yang besar. Tetapi, dengan kontribusi digital twin, memungkinkannya beberapa pemakai untuk mengawasi dan mengatur performa sebuah mekanisme dari jauh dan secara real time.

4. Kerjasama team yang lebih bagus
Digital twin memungkinkannya mekanisasi proses dan akses 24×7 ke info mekanisme, yang memberikan kesempatan untuk beberapa mekanik agar semakin konsentrasi pada kerjasama antartim, yang ke arah pada kenaikan keproduktifan dan efektivitas operasional.

5. Ambil keputusan keuangan yang lebih bagus
Digital twin menolong memadukan data keuangan, seperti ongkos bahan dan tenaga kerja, dalam sebagian besar data real-time dengan kekuatan analitik hebat. Ini memungkinkannya sektor usaha untuk membikin keputusan yang lebih bagus dan bisa lebih cepat mengenai apa rekonsilasi pada rantai nilai manufacturing betul-betul sehat secara keuangan atau mungkin tidak.

Menurut Yana Arnautova dari GlobalLogic, perusahaan yang akan adopsi teknologi digital twin seharusnya memerhatikan tiga hal ini.

Pertama, mengupdate prosedur keamanan data. Ini meliputi enkripsi data, hak akses, konsep privelese paling kecil, menangani liabilitas piranti, dan audit keamanan teratur

Ke-2 , mengurus kualitas data. Digital twin tergantung pada data dari beberapa ribu sensor jarak jauh yang berbicara lewat jaringan yang tidak bisa dihandalkan. Perusahaan yang ingin mengaplikasikan teknologi digital twin harus bisa mengecuali data jelek dan mengurus ketimpangan dalam saluran data.

Ke-3 , latih staff. Pemakai teknologi digital twin harus adopsi langkah kerja baru, yang mungkin mempunyai potensi memunculkan permasalahan dalam membuat kekuatan tehnis baru. Perusahaan perlu pastikan jika staff mereka mempunyai ketrampilan dan alat yang dibutuhkan untuk bekerja dengan teknologi digital twin