Uralinvest.biz merupakan situs berita tentang teknologi terlengkap dan terupdate dalam mengupas perkembangan teknologi.

Situs Berita Teknologi Terlengkap dan Terupdate

Month: April 2022

Bagaimana Perubahan Teknologi Informasi Sekarang ini

Bagaimana Perubahan Teknologi Informasi Sekarang ini

Bagaimana perubahan teknologi informasi sekarang ini, Bersamaan perubahan jaman perubahan teknologi informasi dapan mempermudah manusia untuk bekerja menyaksikan informasi dan cari beragam informasi yang tersebar di jagat maya.dengan kemajuannya teknologi ada dua imbas negatif dan positif mengenai teknologi sekarang ini. Dimulai dari informasi apa saja yang kemungkinan dapat kita saksikan pada media sosial banyak tersebar informasi info yang berguna untuk kita untuk dapat mengoptimalkan semua aktivitas yang ada sekarang ini. Perlu kita kenali jika dengan teknologi semua aktivitas dapat jalan secara mudah dan ringkas hingga menolong banyak untuk aktivitas kita nantinya.

Bagaimana Perubahan Teknologi Informasi Sekarang ini

Bagaimana Perubahan Teknologi Informasi Sekarang ini

Imbas positif Perubahan teknologi

di kelompok sekarang ini bisa mempermudah cari informasi dan mempermudah tugas bergantung bagainama kita memakai teknologi yang bisa berguna untuk kita dan seseorang. tetapi disatu segi ada pula imbas negatifnya yakni, Imbas negatif perubahan teknologi di kelompok saat ini lebih banyak remaja yang keliru memakai teknologi ini yang cuman untuk kebutuhan individu yang digunakan untuk beberapa hal yang tidak bertanggungjawab pada sesuatu yang mereka lakukan. Lewat teknologi yang memakai jaringan internet ini bisa mempermudah kita berbisnis secara mudah dan cepat,dan bisa mendidik remaja untuk mengenal teknologi secara baik,hingga remaja tidak terperosok perubahan teknologi yang menjerumuskan mereka mengarah yang negatif.

Supaya kita tidak terperosok mengarah yang negatif mengenai perubahan teknologi sekarang ini,kita harus pelajari apakah itu teknologi agar kita memahami mengenai teknologi dan langkah memakai teknologi secara baik,hingga kita tidak salah memakai teknologi sekarang ini. Memerlukan pemantauan sebagai hal penting khususnya untuk orangtua yang memberi akses teknologi informasi ke anak anaknya untuk dapat memantau anaknya untuk batas tertentu dalam terhubung luas teknologi informasi.

Jika kita memakai teknologi secara benar kita bisa melalukan tugas, pemasaran, dan yang lain, hingga kita bisa jadikan teknologi sebagai mata penelusuran kita sehinnga kita akan menghasilkan uang dengan jualan dengan memakai teknologi yang berkembang sekarang ini. Kita harus memakai teknologi dengan benar dan baik sehingga kita bisa juga menghasilkan uang dengan memakai teknologi yang berkembang sekarang ini. Bagaimana perubahan teknologi informasi sekarang ini,

Janganlah sampai teknologi informasi yang memiliki banyak faedah ini justru disalah pakai untuk aktivitas tidak bertanggungjawab yang mengakibatkan banyak imbas yang diakibatkan khususnya seperti informasi HOAX yang dapat merusak belahkan banyak faksi dan tentu saja dapat bikin rugi beberapa orang yang terserang banyak imbas pada ini. Yok jadi Duta untuk Informasi yang lebih bagus dengan manfaatkan teknologi informasi sebagus mungkin!.

Perkembangan teknologi Informasi

Perkembangan teknologi Informasi

Perkembangan teknologi Informasi
jadi hal yang tidak asing perkembangan teknologi informasi saat ini lebih cepat dari tahun-tahun awalnya alih bentuk dari teknologi masalalalu jadi teknologi yang lebih cangggih cepat dan mudah.

► Evolusi Perkembangan Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi Informasi

Perkembangan teknologi Informasi

Tidak bisa dipungkiri jika salah satunya pemicu khusus berlangsungnya zaman globalisasi yang hadirnya bisa lebih cepat dari sangkaan seluruh pihak ialah karena perkembangan cepat teknologi informasi. Implikasi internet, elektronik commerce, elektronik data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain-lain sudah menerobos batasan-batas fisik antara negara. Penyatuan di antara teknologi computer dengan telekomunikasi sudah hasilkan satu revolusi di bagian mekanisme informasi. Data atau informasi yang pada zaman dulu harus memerlukan waktu beberapa hari untuk diproses saat sebelum dikirim ke bagian lain di dunia, sekarang ini bisa dilaksanakan dalam perhitungan detik. Tidak terlalu berlebih bila salah satunya ahli IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif seperti berikut: “andaikan dunia otomotif alami perkembangan sepesat teknologi informasi, sekarang ini sudah bisa dibuat sebuah mobil dengan bahan bakar solar, yang bisa dipicu sampai kecepatan maksimal 10,000 km/jam, pada harga membeli cuman sekitaran 1 dolar Amerika !”. Secara micro, ada sesuatu hal lumayan menarik untuk didalami, yakni bagaimana evolusi perkembangan teknologi informasi yang ada secara berarti memengaruhi kompetisi di antara beberapa perusahaan di dunia, terutamanya yang beroperasi di sektor jasa.

Pada dasarnya, ada empat masa atau zaman perkembangan mekanisme informasi, yang diawali dari pertama kalinya ditemukannya computer sampai sekarang ini. Ke-4 zaman itu (Kontan et.al., 1992) terjadi tidak karena hanya dipacu oleh perkembangan teknologi computer yang sebegitu cepat, tetapi disokong juga oleh teori-teori baru berkenaan management perusahaan kekinian. Pakar-ahli management dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael Hammer, Porter, benar-benar memberi warna penglihatan management pada teknologi informasi di zaman kekinian. Perkembangan teknologi Informasi.

Maka dari itu bisa dipahami, jika ada banyak perusahaan khususnya di negara berkembang (dunia ke-3 ), yang susah mengadaptasikan teori-teori baru berkenaan management, organisasi, atau teknologi informasi karena masih menempelnya beberapa faktor budaya lokal atau di tempat yang memengaruhi behavior sumber daya manusianya. Hingga tidak bingung bila sering dijumpai perusahaan dengan perlengkapan computer yang paling canggih, tetapi tetap dipakai sebagai beberapa alat administratif yang notabene sebagai zaman pemakaian computer pertama di dunia di awal tahun 1960-an.

►Perkembangan Teknologi Zaman Komputerisasi

Masa ini diawali sekitaran tahun 1960-an saat mini komputer dan mainframe dikenalkan perusahaan seperti IBM ke dunia industri. Kekuatan hitung yang sebegitu cepat mengakibatkan banyak perusahaan yang memakainya untuk kepentingan pemrosesan data (data processing). Penggunaan computer di periode ini diperuntukkan untuk tingkatkan efektivitas, karena bisa dibuktikan untuk beberapa pekerjaan tertentu, menggunakan computer lebih efektif (dari sisi biaya dan waktu) dibanding dengan mengaryakan berpuluh-puluh SDM untuk hal sama.

Pada zaman itu, belum kelihatan situasi persaingan yang sebegitu ketat. Jumlah perusahaan juga relatif masih sedikit. Umumnya dari beberapa perusahaan besar otomatis “memonopoli beberapa pasar tertentu, karena tidak ada kompetitor yang memiliki arti. Sebagian besar beberapa perusahaan besar yang beroperasi di sektor infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada waktu itu beli piranti computer untuk menolong aktivitas administrasinya setiap hari.

Kepentingan organisasi yang terbanyak mengambil alih waktu computer pada waktu itu untuk administrasi back office, khususnya yang terkait dengan akuntansi dan keuangan. Pada pihak lain, kekuatan mainframe untuk lakukan penghitungan sulit digunakan perusahaan untuk menolong menuntaskan problem-problem tehnis operasional, seperti replikasi-simulasi penghitungan pada industri pertambangan dan manufacturing.

► Zaman Perkembangan Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi digital yang dipadukan dengan telekomunikasi sudah bawa computer masuk saat-saat “revolusi”-nya. Pada awal tahun 1970-an, teknologi PC atau Individual Komputer mulai dikenalkan sebagai alternative alternatif mini komputer. Dengan seperangkatan computer yang bisa ditempatkan di meja kerja (desktop), seorang manager atau mekanik bisa mendapat data atau informasi yang sudah diproses oleh computer (dengan kecepatan yang hampir serupa dengan kecepatan mini komputer, bahkan juga mainframe). Manfaat computer di perusahaan bukan hanya untuk tingkatkan efektivitas, tetapi lebih jauh untuk memberikan dukungan berlangsungnya proses kerja yang lebih efisien. Tidak seperti dalam zaman komputerisasi di mana computer cuman jadi “punya individu” Seksi EDP (Elektronik Data Processing) di suatu perusahaan, di zaman ke-2 ini tiap pribadi dalam organisasi bisa manfaatkan kehebatan computer, sebagaimana untuk memproses database, spreadsheet, atau data processing (end-user computing). Penggunaan computer di kelompok perusahaan makin ramai, khususnya disokong dengan alam persaingan yang sudah berbeda dari monompoli jadi pasar bebas. Otomatis, perusahaan yang sudah manfaatkan teknologi computer benar-benar efektif dan efisien dibanding perusahaan yang beberapa prosesnya masih diatur lewat cara manual.

Pada zaman berikut computer masuk set anyarnya, yakni sebagai satu sarana yang bisa menguntungkan bersaing untuk perusahaan, khususnya yang beroperasi di sektor servis atau jasa. Teori-teori management organisasi kekinian secara intens mulai dikenalkan pada awal tahun 1980-an. Salah satunya teori yang terbanyak didalami dan diaplikasikan ialah berkenaan management peralihan (change manajemen). Nyaris di semua rangka teori management peralihan ditegaskan keutamaan teknologi informasi sebagai salah satunya elemen khusus yang perlu jadi perhatian oleh perusahaan yang ingin menang di kompetisi usaha. Tidak sama dalam ke-2 zaman awalnya yang lebih mengutamakan pada elemen teknologi, pada zaman management peralihan ini yang lebih ditegaskan ialah mekanisme informasi, di mana computer dan teknologi informasi sebagai elemen dari mekanisme itu.

Kunci dari kesuksesan perusahaan di zaman tahun 1980-an ini ialah pembuatan dan kepenguasaan informasi dengan cepat dan tepat. Informasi di perusahaan dianalogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang perlu selalu mengucur secara teratur, cepat, terus-terusan, ke beberapa tempat yang memerlukannya (vital). Ditegaskan oleh beberapa pakar management, jika perusahaan yang kuasai infolah yang mempunyai keunggulan bersaing dalam lingkungan makro “regulated free pasar”. Dalam masa ini, peralihan secara filosofis dari perusahaan tradisionil ke perusahaan kekinian berada pada bagaimana management menyaksikan kunci performa perusahaan. Organisasi tradisionil menyaksikan susunan perusahaan sebagai kunci khusus pengukur performa, hingga semua diukur secara hirarkis berdasar seksi-divisi atau departemen.

Dalam teori organisasi kekinian, di mana kompetisi bebas sudah mengakibatkan customers harus pintar-pintar pilih produk yang bermacam di pasar, proses pembuatan produk atau servis (pemberian jasa) ke konsumen setia sebagai kunci khusus performa perusahaan. Kondisi ini kerap diasumsikan dengan beberapa istilah management seperti “pasar driven” atau “konsumen base company” yang pada dasarnya sama, yakni performa perusahaan akan dipandang dari kepuasan beberapa konsumen setianya. Benar-benar terang dalam pola persaingan yang baru ini, peran computer dan teknologi informasi, yang dipadukan dengan elemen lain seperti proses, proses, susunan organisasi, SDM, budaya perusahaan, management, dan elemen berkaitan yang lain, dalam membuat mekanisme informasi yang bagus, sebagai salah satunya kunci sukses perusahaan secara vital. Tidak bisa dipungkiri kembali jika kepuasan konsumen setia berada pada kualitas servis. Pada intinya, seorang konsumen setia saat menentukan produk atau jasa yang diperlukannya, akan cari perusahaan yang jual produk atau jasa itu: cheaper (lebih murah), better (lebih baik), dan faster (bisa lebih cepat). Disini peran mekanisme informasi sebagai elemen khusus dalam memberi keunggulan bersaing perusahaan. Maka dari itu, kunci dari performa perusahaan ialah di proses yang terjadi baik dalam perusahaan (back office) atau langsung bergesekan dengan konsumen setia (front office). Dengan memusatkan diri pada pembuatan proses (business process) yang efektif, efisien, dan termonitor dengan baik sebuah perusahaan akan mempunyai performa yang andal.

Tidaklah aneh jika di zaman tahun 1980-an s/d awalnya tahun 1990-an kelihatan banyak perusahaan yang lakukan BPR (BusinessProcess Reengineering), re-strukturisasi, implikasi ISO-9000, implikasi TQM, instalasi dan penggunaan mekanisme informasi korporat (SAP, Oracle, BAAN), dan lain-lain. Utilisasi teknologi informasi kelihatan benar-benar memimpin dalam tiap program management peralihan yang sudah dilakukan beberapa perusahaan

► Perkembangan Teknologi Zaman Globalisasi Informasi

Sedikit buku yang eksplisit masukkan zaman paling akhir ini ke riwayat evolusi teknologi informasi. Peristiwa yang kelihatan ialah jika semenjak tengah tahun 1980-an, perkembangan di bagian teknologi informasi (computer dan telekomunikasi) sebegitu cepatnya, hingga jika dilukiskan secara grafis, perkembangan yang terjadi kelihatan secara eksponensial.

Saat sebuah seminar internasional berkenaan internet diadakan di San Fransisco di tahun 1996, beberapa pegiat teknologi informasi yang dulu bekerja sama di dalam riset untuk mengenalkan internet ke dunia industri juga secara jujur akui jika mereka tak pernah menyangka perkembangan internet bisa menjadi semacam ini. Ibaratnya mereka menyaksikan jika yang ditanamkan ialah benih pohon ajaib, yang mendadak memisah diri jadi pohon raksasa yang tinggi membubung. Susah untuk diketemukan teori yang bisa menerangkan semua peristiwa yang terjadi semenjak awalnya tahun 1990-an ini, tetapi bukti yang terjadi bisa diambil kesimpulan seperti berikut:

Tidak ada yang bisa meredam pergerakannya perkembangan teknologi informasi. Kehadirannya sudah hilangkan garis-garis batasan antara negara dalam soal flow of information. Tidak ada negara yang sanggup untuk menahan mengucurnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batas di antara negara tidak dikenali dalam virtual world of komputer.Implementasi teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, makin hari makin rata dan membudaya dalam masyarakat. Bisa dibuktikan benar-benar susah untuk tentukan piranti hukum yang sama sesuai dan bisa dibuktikan efisien untuk mencegah segalanya yang terkait dengan pembuatan dan saluran informasi. Beberapa perusahaan juga tidak terlilit pada batas fisik kembali. Lewat virtual world of komputer, seorang bisa cari konsumen setia di semua kalangan masyarakat dunia yang tersambung dengan jaringan internet. Susah untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengucur bebas lewat jaringan internet. Transaksi bisnis-transaksi perdagangan bisa secara mudah dilaksanakan di cyberspace lewat elektronik transaction dengan menggunakan elektronik money.

Sering perusahaan yang pada akhirnya harus mendeskripsikan kembali misi serta visi usahanya, khususnya yang bergulat di bagian pemberian jasa. Keringanan-kemudahan yang dijajakan piranti hebat teknologi informasi sudah mengubah pola pikir management perusahaan hingga tidak jarang ada perusahaan yang membanting stir menekuni sektor lain. Untuk negara dunia ke-3 atau yang berkembang, masalah berkenaan pendayagunaan teknologi informasi sangat berasa. Pada sebuah segi banyak beberapa perusahaan yang tidak siap karena susunan budaya atau SDM-nya, sementara pada pihak lain investasi besar harus dikeluarkan untuk beli piranti teknologi informasi.Tidak mempunyai teknologi informasi, memiliki arti tidak bisa berkompetisi dengan perusahaan multi nasional yang lain, alias harus gulung alas. Hal paling akhir yang paling bikin pusing kepala management ialah realita jika lingkungan usaha yang ada di sekarang ini sebegitu biasanya berbeda dan aktif. Peralihan yang terjadi tidak cuma untuk imbas persaingan yang sebegitu ketat, tetapi karena ada beberapa faktor eksternal lain seperti politik (demokrasi), ekonomi (krisis), sosial budaya (reformasi), yang otomatis hasilkan banyak kebijakan dan ketentuan-peraturan baru yang perlu ditaati perusahaan.

Secara operasional, sudah pasti peristiwa ini benar-benar merepotkan beberapa pegiat teknologi informasi dalam membuat mekanismenya. Sering di tengah konstruksi mekanisme informasi, terjadi peralihan keperluan hingga harus diselenggarakan analisis ulangi pada mekanisme yang hendak dibuat. Dengan menyimak kondisi ini, terang kelihatan keperluan akan teknologi informasi yang pas untuk perusahaan, yakni teknologi yang sanggup adaptive pada peralihan. Beberapa pegiat negara maju menjawab rintangan ini dengan hasilkan beberapa produk program yang berbasiskan object, seperti OOP (Objek Oriented Programming), OODBMS (Objek Oriented Database Manajemen System), Objek Technology, Distributed Objek, dan lain-lain.

► Karena Perkembangan Teknologi “Peralihan Skema Berpikir Sebagai Persyaratan”

Dari ke-4 zaman di atas, kelihatan bagaimana alam persaingan dan perkembangan teknologi informasi semenjak dipakainya computer dalam industri sampai sekarang ini berkaitan erat satu dan yang lain. Masuk era informasi memiliki arti masuk ke dunia dengan teknologi baru, teknologi informasi. Menggunakan teknologi informasi seoptimum kemungkinan memiliki arti harus mengubah pola pikir. Mengubah pola pikir sebagai hal yang teramat susah untuk dilaksanakan, karena pada intinya “people do not like to change”. Jika pada sekarang ini dunia maju dan beberapa negara tetangga Indonesia telah mempunyai loyalitas khusus untuk ambil sisi dalam pembuatan beberapa komponen mekanisme informasi, bagaimana dengan Indonesia?

Masih ingin jadi negara customer? Atau telah sanggup jadi negara produsen?

Sekurang-kurangnya, hal yang perlu ada lebih dulu setiap manusia Indonesia ialah tekad untuk berbeda. Tanpa “willingness to change”, benar-benar mustahillah bangsa Indonesia bisa manfaatkan teknologi informasi untuk membuat kembali bangsa yang remuk ditelan kritis sekarang ini.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén